Hei kau, amatir
Pujangga gelandangan
Mengapa kau menulis di sudut-sudut kota
Memaksa tembok berbicara untukmu
Graffiti #1
Kalau boleh aku bertanya
Padamu tangan seniman
Mengapa pinggiran ini tempatmu berkarya
Apa yang memikatmu sehingga bernafsu
Meninggalkan namamu di tembok kelabu
Dan jalan berdebu
Lanjutkan membaca “Graffiti #1”
