Aku Benci Malam: Dan Bintang-Bintang

Kearifan lama mengajarkan
    “Yang ditabur, yang dituai”
Kerja yang dimulai dari pagi
Terbayar ketika petang datang

Beban dapat direbahkan
    di bawah langit membentang
dan jiwamu akan terbang
    di antara bintang-bintang
Senyum akan mengembang

Tapi malam tak pernah sependapat…

Ketika malam menjelang
Biarkan tanganmu merentang
    di bawah langit membentang
Kau tidak akan terbang
    di antara bintang-bintang

Kau akan lenyap
Pudar dalam semesta yang gelap
Bersama semua angan dan asa
Perjalanan yang telah lama
    hanya akan ditutup air mata

Ketika raga menuju debu
Waktu akan membeku
Semesta menjadi hening
Jerit dan tawa menyisakan dengung
Hingga kita lenyap dari realita

Sejarah dapat mencatat riwayat kita
Tapi kenangan kita fana
Kita akan tereduksi
menjadi tulisan kaku tak berjiwa

Aku benci malam
Kenangan yang memudar
dan akhir yang pasti

Di heningnya malam
2019 – 2025

Aku Benci Malam: Ilusi Senja 🌇

Aku suka duduk di beranda
Ketika langit berwarna lembayung
Ketika awan-awan berarak bangga
Ketika senja menggelar panggung
    di tepi langit
    di punggung bukit
    dan batas laut
untuk sesaat

Karena malam akan tiba
    dan menghapus semua
Kebanggaan dan perayaan
Dan setiap jejak kenangan

Malam membuat keindahan petang
    menjadi sekadar ilusi
tirai untuk realita yang sia-sia

Aku benci malam

Beranda sore, 2019 – 2024

Aku Benci Malam: Siang Bohong ☀️

Siang adalah tuan bertangan besi
    yang memeras para pejuang hari
Mereka membeli hidup dan mimpi
    dengan keringat dan jiwa

Dan malam adalah ingkaran usaha
    kebohongan yang menghina
Merampok dan membungkam mereka
Hanya menyisakan mimpi
    dalam tidur abadi

Aku benci malam
    dan ironi mimpi

Kadang siang, 2019 – 2024

Aku Benci Malam: Tentang Fajar 🌄

Cahaya fajar menghangatkan bumi
Tunas muda terbit memecah tanah
Harapan tumbuh dan merebak
Seperti bunga yang mekar ke timur

Lalu, harapan padam
dan cahaya lenyap
kala malam mengakhiri waktu

Jadi, aku benci malam
ketika harapan berakhir
kembali ke dinginnya gelap

Jelang fajar, 2019 – 2023

Aku Benci Malam

Aku benci malam
Gelap menyanyikan lagu tidur
    dalam kebisuan
Mata terpejam, tubuh terbaring
Hanya diam

Malam menghapus keunikan kita
Semua insan menjadi sama
    tanpa cahaya
Tidak ada yang istimewa
Tanpa lakon, tanpa peran

Malam adalah ketika
    berakhir kerja kita
    juga angan dan asa

Malam adalah ketika
    berakhir kisah kita
    dalam pusaran masa

Aku benci malam

Malam, 2019 – 2024


Bagian 1 dari seri “Aku Benci Malam”

A Beauty in Oblivion

She was a beauty
stood out from the picture
Tender she stayed
in the midst of evening crowd

Why were you there?
Blending with mere mediocres

The sun was loosing its ground
How could I saw you so clear?
You shone over the dim sky
Calmly silenced the busy lot

You were just steps away across me
yet you were so far, unreachable
And as swift as you appeared,
you faded into my oblivion

It poke me after so long
Something I might have failed to understand


End of summer

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑