Bahasa Malaikat

Ketika jiwa merenung
Dan pikiran tidak berbentuk
Hati mencoba merangkai puisi
Namun pilu menelan semua kata
Menguburnya jauh ke dalam
Tubuh yang terdiam kaku

Ketika gelap begitu mencekam
Cahaya tak mampu menembus kabut
Sepasang kaki tak sanggup lagi tegar
Ditopang harapan tipis dan ringkih
Karena keberanian memilih menyingkir
Membiarkan hidup membeku sendiri

Lanjutkan membaca “Bahasa Malaikat”

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑