Aku tak bisa mengingat
Awal cerita kita
Masa ketika kau asing
Masa ketika aku asing
Hatiku 99 Petak
Hatiku ada 99 petak
Semua sudah kuberikan
Mengapa engkau meminta lebih
Lanjutkan membaca “Hatiku 99 Petak”
Di Tepi Dermaga
Aku:
Dua orang muda di ujung jembatan
Pemuda dan seorang gadis
Mata mereka canggung
Peluk mereka tanggung
Wajah mereka emas dan lembayung
Waktu membeku di sekitar mereka
Sesekali angin menyela kesunyian
Membawa bau matahari dan garam
Dengan kekuatannya yang terakhir
Sebelum akhirnya menyerah kepada senja
Angin itu mengembuskan kata-kata
Yang terucap dalam sunyi
Aku menyimaknya
Aku tuliskan untukmu
Emas Itu Hitam
Kau menertawakanku
“Emas hitam.. heh!”
Senyum yang mengejek
Sinis dari lidahmu
“Dari zaman moyang,
emas itu kuning”
Lanjutkan membaca “Emas Itu Hitam”
Serigala di Sekitarmu
Awas serigala!
Serigala ada di sekitarmu
Ada di antara bayang-bayang hutan
Ada di balik remang malam
Ada di dalam gelapnya hati
Serigala ada di sekitarmu
Menyelinap di antara kehangatan
Bersembunyi dalam keramahan
Tersamar dalam pertemanan
Lanjutkan membaca “Serigala di Sekitarmu”
Istana Pasir
Kota yang ditinggalkan
Sepi seakan tak bernyawa
Di sini Ketidakpastian berkuasa
Di sini Penantian mencekam
Membelenggu
Teruna-teruna telah pergi
Pahalawan-pahlawan pergi Lanjutkan membaca “Istana Pasir”
29 Hari Tanpa Matahari
Malam ini yang terakhir
Kita berdua menantang dunia
Bersama mengatasi rintangan
Maaf aku tak bisa teruskan
Ini sudah hari dua sembilan
Sudah panjang jalan kita
Sudah lama masa kita
Lewati suka duka
Pernah kita ketakutan
Tak berani bernafas
Lanjutkan membaca “29 Hari Tanpa Matahari”
