Aku Benci Malam: Dan Bintang-Bintang

Kearifan lama mengajarkan
    “Yang ditabur, yang dituai”
Kerja yang dimulai dari pagi
Terbayar ketika petang datang

Beban dapat direbahkan
    di bawah langit membentang
dan jiwamu akan terbang
    di antara bintang-bintang
Senyum akan mengembang

Tapi malam tak pernah sependapat…

Ketika malam menjelang
Biarkan tanganmu merentang
    di bawah langit membentang
Kau tidak akan terbang
    di antara bintang-bintang

Kau akan lenyap
Pudar dalam semesta yang gelap
Bersama semua angan dan asa
Perjalanan yang telah lama
    hanya akan ditutup air mata

Ketika raga menuju debu
Waktu akan membeku
Semesta menjadi hening
Jerit dan tawa menyisakan dengung
Hingga kita lenyap dari realita

Sejarah dapat mencatat riwayat kita
Tapi kenangan kita fana
Kita akan tereduksi
menjadi tulisan kaku tak berjiwa

Aku benci malam
Kenangan yang memudar
dan akhir yang pasti

Di heningnya malam
2019 – 2025

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑