Ketika jiwa merenung
Dan pikiran tidak berbentuk
Hati mencoba merangkai puisi
Namun pilu menelan semua kata
Menguburnya jauh ke dalam
Tubuh yang terdiam kaku
Ketika gelap begitu mencekam
Cahaya tak mampu menembus kabut
Sepasang kaki tak sanggup lagi tegar
Ditopang harapan tipis dan ringkih
Karena keberanian memilih menyingkir
Membiarkan hidup membeku sendiri
Bernyanyilah hati yang remuk, bernyanyilah
Bebaskan jiwa dari tirani bahasa
Kau yang sudah lama dijajah kata
Tunjukkan kekuatan dari nada-nada
Melodi kau adalah teman
Yang mengerti dalamnya hati
Dan nyanyian adalah bahasa
Yang dipahami para malaikat
Temani aku kala dilebur gelap
Jangan lenyap waktu semua pergi
Tetaplah di sini ketika mentari kembali
—
2014

Tinggalkan komentar