Kau menertawakanku
“Emas hitam.. heh!”
Senyum yang mengejek
Sinis dari lidahmu
“Dari zaman moyang,
emas itu kuning”
Kau dengar
ini jawabku
Sering sudah kudengar
Langit itu biru, katamu
Siang terang benderang
Malam selalu kelam
Dan.. emas itu kuning?
Ha.. ha..
Emas itu hitam kawan
Gelap dan pekat
Dan kalau kau tertawa,
Kawan
Pasti belum kau dengar
Langit yang hijau merah
seperti lukisan Picasso
Atau tentang malam putih,
cerita matahari yang insomnia
Dan emas hitam
Pernah kau ke kampung saudagar?
Tempat istana dibangun semau hati
Lihat di sana kawan
Para penambang dan mesin bor
Menggali jauh ke dalam bumi
Emaslah yang mereka cari
Emas hitam
Huh..
Kau bodoh
Belum melihat dunia
Lihatlah, kau akan tahu
Emas itu hitam kawan
Emas itu hitam
—
2013
Persepsi dapat berubah seiring bertambahnya pengetahuan dan wawasan, tapi itupun dipengaruhi cara kita menerima pengetahuan tersebut. Apakah dengan pengabaian, sinis, prospektif, perseptif atau dengan pikiran terbuka.

Tinggalkan komentar